Blog Posts

Notulensi Diskusi Sejarah Politik Islam: Indonesia Berbicara – Haifa Institute

Notulensi Diskusi Sejarah Politik Islam: Indonesia Berbicara – Haifa Institute

Narasumber: Ahmad Wali Radhi, co-founder Haifa Institute. Seorang peneliti yang fokus pada riset tentang pemikiran dan ide-ide Islam dan studi Palestina.

Politik Islam, dalam Bahasa Arab disebut Siyasah Syar’iyyah (سياسة شرعية) yang muncul pada abad ke-13 dan diketahui muncul sebelum dikemukakannya disiplin ilmu politik yaitu sekitar abad ke-19 dan 20.

Makna Siyasah secara umum: manajemen urusan dalam suatu negeri/pemerintahan yang menjunjung tinggi atau mendekatkan kepada kemaslahatan umat manusia dan mengandung pengakuan akan supremasi kekuatan Allah SWT dalam pelaksanaan urusan-urusan publik serta didasarkana pada norma-norma atau aturan normatif yang bersumber dari Wahyu Allah seperti Al’Quran dan Sunnah.

Perlu diketahui bahwa Siyasah ≠ Politik meskipun memiliki makna yang sama secara leksikal dan harus diingat bahwa karena tuntutan zaman, mempelajari Siyasah harus diimbangi dengan mempelajari disiplin ilmu politik.

Jika mempelajari lebih dalam, kita akan dapat menemukan beberapa perbedaan dari Siyasah dan Politik seperti:

  • Siyasah menjalankan fungsi pelayanan (khidmah) dan pengarahan (ishlah). Politik hanya menjalankan fungsi pelayanan, bukan pengarahan;
  • Siyasah memiliki normativitas yang telah ditetapkan pada Al-Quran dan Sunnah sedangkan politik tidak memiliki normativitas yang tegas dan kokoh;
  • Siyasah memiliki memiliki paham yang mengakui supremasi kekuatan Allah SWT dalam pelaksanaan urusan-urusan publik sedangkan politik berpaham sekular dan menolak intervensi agama dalam ilmu pengetahuan termasuk yang terkait dengan urusan publik.

Visi Siyasah: Himayah Ad- Din (Menegakkan dan menjaga agama dan Ri’asah Syu’un Al Ummah (Mengurus Keperluan Pelayanan Publik/Rakyat). Dalam Politik Islam diajarkan bahwa hanya ada dua pihak yang boleh mendapatkan kemashalatan atau kemanfaatan yaitu negara dan agama. Lebih spesifiknya mengenai aspek pembangunan manusia seperti kesejahteraan rakyat, kedaulatan bangsa, dll.

Hal-hal penting tentang hasil diskusi yang akhirnya disimpulkan dengan kaitan tentang Politik Islam (versi kekhalifahan), disiplin ilmu politik (versi barat), dan penerapan politik/demokrasi saat ini:

Sebagai Bentuk Dakwah Islam

Politik Islam ini sendiri merupakan salah satu bentuk dari dakwah Islam, yang berarti seseorang yang terlibat dalam dunia politik ini sendiri diharapkan dapat mampu menjadi pendakwah Islam (mereka diharapkan dapat menanamkan nilai-nilai Islam dalam melaksanakan kebijakan publik seperti dengan bentuk hukum positif dalam pemerintahan yang adil dan sesuai sistem yang berlaku).

 

Bicara Sejarah

Tidak dapat dipungkiri bahwa faktor politik juga menjadi salah satu latar belakang terpisahnya kelompok-kelompok seperti Khawarij dan juga Syiah dari kelompok Sunni.

For your information only: Aliran Khawarij yang bersifat mengkafirkan golongan lain merupakan sumber dari kelompok ISIS yang sangat dikenal saat ini.

Perbedaan Syiah dan Khawarij:

  • Syiah hanya menganggap memiliki Aqidah yang berbeda;
  • Sedangkan Khawarij memisahkan diri dan menganggap kelompok lain kafir.

Relevansi dengan demokrasi dan pelaksanaan politik sekarang

  • Relevansi digunakannya Politik Islam pada masa kini sebenarnya msh relevan, pemuda khususnya umat Islam dituntut untuk tetap membela serta memperjuangkan ideologi-ideologi dan pemikiran yang mereka anggap benar. Namun, mode pelaksanaan politik Islam berbeda sistemnya bukan lagi monarki, namun demokrasi.
  • Selain itu, ada paham bagus tentang konsep seorang pemimpin dalam Politik Islam. Seorang Ulil Amri atau seseorang yang dianggap berwenang mengurus sesuatu seperti penguasa atau pemimpin dalam konteks politik dituntut untuk mampu paham akan jiwa zamannya sehingga mampu menyesuaikan, memiliki visi yang besar dan ideal, diakui bukan hanya oleh komunitasnya, memiliki karakter yang kuat, adil, serta cinta terhadap ilmu. Sedangkan rakyat diharapkan patuh kepada sang pemimpin yang sudah menjalankan konsep tersebut. Dengan ini, politik dapat berjalan dengan damai dan lebih mudah.

Kesimpulan 

Setelah mempelajari tentang sejarah Politik Islam dari waktu ke waktu, pemikiran yang terdapat dalam Politik Islam dianggap merupakan sumber yang baik untuk dijadikan acuan yang masih relevan untuk berpolitik secara umum pada masa kini selama sesuai dengan sistem yang berlaku. Namun, mode pelaksanaan politik Islam pada masa kini berbeda karena sistem yang relevan bukan lagi monarki, tetapi lebih kepada sistem demokrasi dan kita tidak dapat hanya membahas tentang pengaplikasian Politik Islam dengan cara konvensional. Untuk di negara kita sendiri pada masa kini, diskusi ini menunjukkan bahwa ternyata banyak orang yang menyadari bahwa beberapa pelaku politik di Indonesia sudah menerapkan Politik Islam sebagai bentuk dakwah dengan tetap memperhatikan sistem demokrasi yang berlaku di negara ini seperti menerapkan nilai-nilai Islam pada hukum positif yang berlaku.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Follow by Email
Instagram